Demokrasi Flinstone
Suatu hari, di kelas kuliah saya, ada teman yang tunjuk tangan untuk bertanya pada Saeful Mujani yang kebetulan menjadi dosen hari itu. Ada yang aneh pada pertanyaan dia hari itu. Biasanya kalau anak ini bertanya teman-teman akan berdecak kesal karena pertanyaannya terlalu ngolor-ngidul kemana-mana hingga ga jelas apa yang mau ditanyakan.
hari itu, justru terbalik. teman-teman kelas serentak bertepuk tangan atas pernyataan sekaligus pertanyaannya. Dari pertanyaannya ia menganalisis prilaku politikus tanah air yang sangat tradisionil namun justru terjadi ketika jaman sudah modern. Misalnya, untuk memenangi pilkada tak jarang politikus memakai tak hanya jasa dari konsultan politik tapi juga dari konsultan ahli terawang alias dukun.
Maka sampailah teman saya pada pernyataan bahwa demokrasi di Indonesia itu mirip film kartun flinstone. Dalam film kartun ini memang ada instrumen modern seperti mobil tapi dibuat dari batu sebagai alat penting jaman prasejarah itu. Dengan Demikian, teman saya itu berkesimpulan demokrasi di Indonesia adalah demokrasi flinstone.
Jakarta sedang menunggu pilkada. konstelasinya nampaknya hanyalah pertarungan antara Fauzi Bowo dan Adang Darajatun. Fauzi didukung oleh koalisi besar sedang adang hanya didukung oleh PKS.
Koalisi besar yang mengusung Fauzi Bowo berharap hasil survei yang kerap kali memenangkan Fauzi terbukti pada Pilkada nanti. Konon, mereka mencalonkannya berdasarkan survei itu. Fauzi menjadi begitu seksi dimata koalisi besar itu.
Apa sih yang telah dilakukan Fauzi hingga ia begitu terlihat seksi dan layak jadi Gubernur DKI?
Selama ini Fauzi hanya berada di bewah ketiak Bang Yos. Kalau memang ia dianggap bisa menjadi pembisik setia segala kebijakan bang yos, maka bisikan tak ada bedanya dengan bisikan iblis.
Lihat saja kebijakan basmi kaki lima. Jakarta Macet. jakarta Tidak aman. Jakarta sarat polusi and last but not least...JAKARTA DAERAH TERKORUP. yang terbaru adalah proyek waterway yang akan menghilangkan recehan yang didapat penduduk di daerah itu akibat pembersihan.
Jadi apa seksinya Fauzi Bowo kalau gitu. Selaku ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) ia tak ada giginya sama sekali kecuali menunggangi papan iklan BNN untuk kampanye. bayangkan, dananya dari kas negara, tapi yang menangguk keuntungan adalah fauzi bowo, calon gubernur incombent yang kalau ditanya soal mundur tidaknya dia dari wagub DKI karena maju jadi calon gubernur selalu risih.
"kalau bersih kenapa harus risih?" kan begitu kata iklan Bank Indonesia.
Kalau memang Fauzi dicalonkan oleh sejumlah parpol besar untuk jadi gubernur hanya karena ia lama jadi PNS dan sering menang di survei dan bukan karena program konkretnya atau aksi politiknya yang lurus disinilah letak prilaku yang sangat primitif itu.
Parpol kemudian hanya berpikir bagaimana memenangkan pilkada bukan menekankan bagaimana mewujudkan masyarakat yang paham politik serta mendapatkan informasi yang jelas demi partisipasi politiknya sebagai warga negara.
Inilah saya kira semangat yang harus ditanamkan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berperadaban dalam demokrasi bukan justru mengembang biakkan praktek demokrasi flinstone ala teman saya itu.
P.S:
saya tidak membedah adang darajatun bukan berarti saya anggap sosoknya yang pantas jadi Gubernur DKI tapi karena saya hanya menyorot betapa koalisi yang dibangun oleh sejumlah partai besar kontekstual dengan demokrasi flinstone yang dikemukakan teman saya itu

Hidup Mr.Flinstone... :D
Posted by: Daniel Mahendra | March 19, 2007 11:45 AM
yippieee... tapi siapa dong yang harus gua pilih nanti man?
eh, btw tulisan ini nggak ada hubungannya dengan sakit hati elo dicuekin pas mau wawancara si bowo kan???? he3
Posted by: 'Hafiz' | March 21, 2007 02:48 AM
so, apa kata Engkong Sobri?
Posted by: Sanny | March 21, 2007 07:10 AM
mentang2 bapak kau orang PKS? jadi kau dukung darajatun? heh!! aku nggak suka yang namanya POLISI dan aku lebih gak suka kalo PKS gendong-gendong si adang! Ntah apa isi kepala hotak petinggi PKS tu! tolong sampai kan ke petinggi PKS yang dipusat tu..ntah lah kalo cara berfikir aku yang terlalu cetek nie,...
Posted by: - ' Aa' Putra - | March 22, 2007 02:39 PM