« Demokrasi Flinstone | Main | Taman Menteng »

Tato Tante Tuti

Akhirnya, seperti yang telah diperkirakan oleh para analis dunia asmara, cinta Barjo berbalaskan hampa. Kekasihnya, Sri Lestari, lebih memilih untuk membina rumah tangga dengan pelaut asal Madura.
Barjo kesal. Ia mengeluarkan handphone-nya dan mengirim pesan SMS ke kerajaan langit. Ia tulis : CUKUP!!! JGN KAU KIRIM LAGI PETAKA BERNAMA CINTA ITU!!!

Di atas gedung pencakar langit, Barjo merenungi nasibnya, Barang kali setelah itu, ia akan bunuh diri. Ahhh...semoga saja tidak.

JREEEENGGG.....nada sms berbunyi dari HP barjo. Ia tengok pesan dalam sms itu. SORRRY-MENYORI BOS ANDA SALAH KIRIM. INI DINAS KEBERSIHAN KERAJAAN LANGIT BUKAN DINAS ASMARA. BTW, PUNYA NOMORNYA EVA ARNAZ? BLS, GA PKE LAMA!!!

Setan!!! Rasa kesal itu makin membetot kepala Barjo. Ia kemudian melangkah, berlari entah kemana. mengikuti arah angin.

dalam pelarian itu barjo bertemu dengan perempuan yang kemudian dikenal bernama tuti, tepatnya tante tuti.

tante tuti berparas aduhai, lelaki mana yang tak tergoda olehnya harus menanyakan kejantanannya. Termasuk Barjo. dalam keadaaan sakit hati kejantanannya tertantang. Barjo panas, tante tuti panas. keduanya lalu berpanas-panasan di WC Umum sebuah terminal.

Tak disangka, keduanya dipergoki oleh Satpol PP yang kemudian lari tunggang langgang sambil berteriak....

GAWATTTTT. TANTE TUTI BERCINTA
GAWAAAAAT. ADA YANG BERCINTA DENGAN TANTE TUTI
GAWWWWAT. TATO TANTE TUTI BISA BANGKIT
GAAAAAAAAAWWWWWWWAAAAAAATTTTTT!!!!!

begitulah. kisahnya seperti ini. dahulu, di belahan gunung utara, suami tante tuti sering semedi. satu minggu sekali dalam satu bulan. Menurut kisah dari seorang juru tulis, suami tante tuti melakukan itu agar mereka dapat anak. padahal mereka sudah menikah lebih kurang 9 kali lebaran.

suatu hari, ketika bersemedi, tante tuti maen gila sama seorang pamong desa, dan suami tante tuti dapat bocoran ceritanya. Suami tante tuti kesal. anak ga dapat, istri maen gila.

Maka, ia berniat menghukum tante tuti yang sudah pasrah mau diapakan saja asal tidak dicerai. maka sebagai hukumannya tante tuti harus bersedia di tato oleh suaminya. Masyarakat kala itu bingung, kok suami tante tuti malah mentato tante tuti bukan menceraikannya atau mungkin mengusirnya dari rumah...entahlah, orang yang patah hati memang ada saja kelakuannya.masyarakat pun mafhum.

tato itu pun selesai. gambarnya sampai sekarang masih misterius. Tak ada yang tahu, kecuali tante tuti dan suaminya. Yang pasti selesai mentato suami tante tuti wafat. Innalillahi!

tapi, masyarakat menemukan wasiat yang ditulis suami tante tuti sebelum wafat.
SAYA TINGGALKAN ISTRI TERCINTA SAYA BERNAMA TUTI DAN TATONYA. BARANG SIAPA YANG BERCINTA DENGAN TUTI SETELAH TATO DI DADANYA DIBUAT MAKA DAERAH INI AKAN TERTIMPA BENCANA HEBAT.  SAYA AKAN SEGERA MEMBERITAHUKAN GAMBAR TATO DI DADA TUTI. TATO ITU BERGAMBAR....AHHHHHH SAMPAI JUMPA LAGI DI AKHERAT!!!

Begitulah, sebelum sempat menuliskan gambar tato itu, suami tante tuti keburu game over. tato itu masih misterius sampai sekarang...

begitulah ceritanya, cinta barjo pada sri lestari tak hanya membawa malapetaka pada jiwa barjo sendiri tapi juga mengancam stabilitas daerah yang tidak mau disebutkan namanya itu. kenyataannya kemudia barjo telah bercinta dengan tante tuti...tante tuti telah bercinta dengan barjo. Malapetaka itu akan datang....

masyarakat di daerah yang tak mau disembunyikan namanya itu telah eksodus ke daerah tetanganya. sumpah serapah telah mereka alamatkan pada barjo dan tante tuti. suatu hari jika hari memang keadaan telah tenang mereka berjanji akan mengusir tante tuti dari daerah mereka. itu lah hasil rapat mereka sebelum gerakan eksodus itu.

Kini di daerah yang tak mau disebutkan namanya itu hanya tinggal barjo dan tante tuti yang sedang mabuk asmara di dalam metromini yang terparkir dalam terminal.

"tato mu bagus sekali, bikin dimana?" tanya barjo
"di Blok M," jawab tante tuti. Astaga dia berbohong
"bagus sekali. Tapi akau memang selalu suka dengan gambar..."
sebelum melanjutkan menyebutkan gambar tato itu, tante tuti memotong omongan barjo. Ia sumbat mulut barjo dengan tangannya. (Ahhhh, gambar itu lagi-lagi tetap misterius....harusnya barjo cepat menyebutkannya tadi).

tante tuti mendengar suara aneh dari langit. Ia mengira-ngira inilah awal dari malapataka yang disebutkan dalam wasiat suaminya.

Barjo melihat gelagat aneh...
"ada Apa sayanng?
"Pssst...." tante tuti beri isyarat barjo untuk tetap diam
"kenapa sih?"
"pssstttt"
"sebenarnya ada apas sih?"
"pokoknya diam..."

dalam keheningan itu, sms barjo bunyi.
BOS,MANA NOMORNYA EVA ARNAZ?

Tante tuti penasaran dengan isi sms barjo

"Sms dari siapa sih tengah malem gini?"

"orang gila!!!"

lalu suara dari langit makin mendekati daerah yang tak mau disebutkan namanya itu. tante tuti merasa dalam badannya ada yang bergerak. ia coba untuk menahan kekuatan aneh dari dalam tubuhnya itu. cahaya kuning menjelma di seluruh badan metromini. dari dada tante tuti bangkitlah tatonya.

barjo masih asik membalas sms dari dinas kebersihan kerajaan langit.
NOMOR EVA ARNAZ GUA GA PUNYA NANTI GUA TANYA TEMEN

Tato itu telah bangkit. dan barjo tak melihatnya. dan tato berkuasa diatas langit daerah yang tak mau disebutkan naamnya itu. dalam pada itu barjo melihat tante tuti yang pulas tidur.

"waktunya pulang," gumam barjo dalam hati. setelah beri kecupan lembut pada kening tante tuti, Ia pun melangkah pulang dengan hati yang telah lupa dengan sakitnya karena sri lestari.

ia bersiul, bersenandung, melupakan semuanya termasuk tato tante tuti yang sedang marah diatas langit.
begitulah kalau hati sedang girang....

tato tante tuti masih menunggu kedatangan warga kembali ke daerah yang tak mau disebutkan namanya. entah sampai kapan.....

*********         ***********     ******************   

begitulah, hari itu saya membacakan cerita itu di hadapan engkong sobri, koh taslim dan hansip aceng.
"nanti akan gua kasih lu cerita cinta hebat sepanjang masa," kata engkong sobri.
koh taslim dan hansip aceng ternyata dari tadi tidak mendengarkan saya. mereka lebih memilih bermain catur.

"tapi nanti, yang pasti tidak sekarang," kata engkong sobri seraya bangkit dari duduknya melangkah pulang.

"kemana kong," tanya koh taslim
"pulang. gua masuk angin!!!"

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .